Profil Muhammad Toha, Lahir di Cianjur pada tanggal 22 Oktober 1975. Anak ke-3 dari 7 bersaudara dari pasangan Bapak Drs. R.H.D. Nasruddin dan Ibu R. Siti Maemunah. Bertekad meneruskan perjuangan pendahulunya R.H. Abdullah bin Nuh, Ulama kharismatik, Pejuang Kemerdekaan sekaligus Politisi Partai Masyumi yang menjadi satu-satunya anggota Parlemen Konstituante asal Cianjur pada era Orde Lama.
Suami dari Ika Rustika Zainah, S.PdI. (Kepala Sekolah RA Persis Cianjur) Ayah dari dua orang putri bernama Futy Adzkiyah Nur Sya'bani dan Khansa' Thufailah Zalfa.
Kang Toha begitu panggilan akrabnya, dahulu dipanggil Dadang Toto oleh teman-teman sepermainannya waktu kecil di Kaum Tengah - Cianjur, senantiasa berjuang meneruskan amanah R. Muhammad Nuh bin Idris (Ayah dari R.H. Abdullah bin Nuh) dalam bidang pendidikan bagi kaum yang kurang mampu salah satunya dengan menjadi Pengurus YPI Al-I'anah Cianjur, lembaga pendidikan Islam pertama yang ada di Cianjur yang juga dirintis oleh sang Kakek dari Ayah yaitu R.N. Abubakar (Ketua Yayasan Perguruan Islam Al-I'anah Pertama).
Nasab dari Ayah dan Ibu, juga mempunyai garis kekerabatan dengan Ulama-ulama dan Pengurus Nahdhatul Ulama (NU) di Cianjur. R.A. Abdussalam (Kakek dari Ibu) merintis Yayasan Pendidikan Islam Al-Ma'un di Cikidang Bayabang - Mande, merupakan anak dari R.H. Sanusi, Ulama dan Sesepuh Persatuan Umat Islam (PUI) juga sebagai Pendiri Yayasan dan Pondok Pesantren Ashabul Yamin Pabuaran - Cianjur. Keluarga dari Isteri merupakan keturunan dari H. Ahmad Junaedi yang merupakan Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren dan Pengurus Cabang Persatuan Islam (PERSIS) di Cianjur. Budaya Organisasi Islam di keluarga sudah menjadi bagian dari kehidupannya, sehingga sangat memahami dan menjunjung tinggi nilai-nilai dari keberagaman organisasi-organisasi Islam dan berusaha menyatukan kembali kekuatan-kekuatan ummat tersebut dalam bingkai Ukhuwah Islamiyah dalam Syari'at Islam.
Ayah Muhammad Toha, R.H.D. Nasruddin adalah seorang guru di SMP Islam Al-I'anah Cianjur (dahulu SMI Al-I'anah) dan lingkungan keluarga besar pengajar/guru memberikan inspirasi baginya untuk meniti karir menjadi seorang pengajar/guru sesuai dengan latar belakang pendidikan di bidang ilmu Bahasa Arab yang diperoleh dari IAIN Sunan Gunung Djati, yang sampai saat ini masih digeluti sebagai profesi disamping berpolitik dengan menjadi pengajar di beberapa sekolah yang juga dikelolanya. Sejak di bangku kuliah aktif dalam berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Jiwa aktifisnya tak mampu dibendung saat menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Cianjur (HIMAT) dengan menjadi motor pergerakan mahasiswa di Cianjur menjatuhkan rezim Orde Baru pada masa Reformasi tahun 1998, sehingga sempat menjadi target pengawasan oleh intelejen pada waktu itu.
Bergabung untuk berjuang bersama Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai penerus perjuangan Masyumi, walaupun banyak orang yang meragukan, mencibir dan meremehkan pada awalnya. Namun tidak sedikit pula kalangan yang menilai positif akan kualitas, idealisme dan karakternya dengan tak segan-segan mengajak untuk pindah haluan kepada politisi termuda di DPRD Kabupaten Cianjur sampai saat ini. Menjadi salah satu perumus terbitnya Peraturan Daerah 'GERBANG MARHAMAH' yang berisi tentang penerapan nilai-nilai Syari'at Islam yang dicetuskan oleh Bupati Cianjur waktu itu Ir. Wasidi Swastomo, MSi. dan senantiasa mengawal aspirasi-aspirasi masyarakat Cianjur dari luar parlemen melaui Forum Perencanaan Pembangunan Cianjur, semua itu demi kemaslahatan Ummat.
Suami dari Ika Rustika Zainah, S.PdI. (Kepala Sekolah RA Persis Cianjur) Ayah dari dua orang putri bernama Futy Adzkiyah Nur Sya'bani dan Khansa' Thufailah Zalfa.
Kang Toha begitu panggilan akrabnya, dahulu dipanggil Dadang Toto oleh teman-teman sepermainannya waktu kecil di Kaum Tengah - Cianjur, senantiasa berjuang meneruskan amanah R. Muhammad Nuh bin Idris (Ayah dari R.H. Abdullah bin Nuh) dalam bidang pendidikan bagi kaum yang kurang mampu salah satunya dengan menjadi Pengurus YPI Al-I'anah Cianjur, lembaga pendidikan Islam pertama yang ada di Cianjur yang juga dirintis oleh sang Kakek dari Ayah yaitu R.N. Abubakar (Ketua Yayasan Perguruan Islam Al-I'anah Pertama).
Nasab dari Ayah dan Ibu, juga mempunyai garis kekerabatan dengan Ulama-ulama dan Pengurus Nahdhatul Ulama (NU) di Cianjur. R.A. Abdussalam (Kakek dari Ibu) merintis Yayasan Pendidikan Islam Al-Ma'un di Cikidang Bayabang - Mande, merupakan anak dari R.H. Sanusi, Ulama dan Sesepuh Persatuan Umat Islam (PUI) juga sebagai Pendiri Yayasan dan Pondok Pesantren Ashabul Yamin Pabuaran - Cianjur. Keluarga dari Isteri merupakan keturunan dari H. Ahmad Junaedi yang merupakan Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren dan Pengurus Cabang Persatuan Islam (PERSIS) di Cianjur. Budaya Organisasi Islam di keluarga sudah menjadi bagian dari kehidupannya, sehingga sangat memahami dan menjunjung tinggi nilai-nilai dari keberagaman organisasi-organisasi Islam dan berusaha menyatukan kembali kekuatan-kekuatan ummat tersebut dalam bingkai Ukhuwah Islamiyah dalam Syari'at Islam.
Ayah Muhammad Toha, R.H.D. Nasruddin adalah seorang guru di SMP Islam Al-I'anah Cianjur (dahulu SMI Al-I'anah) dan lingkungan keluarga besar pengajar/guru memberikan inspirasi baginya untuk meniti karir menjadi seorang pengajar/guru sesuai dengan latar belakang pendidikan di bidang ilmu Bahasa Arab yang diperoleh dari IAIN Sunan Gunung Djati, yang sampai saat ini masih digeluti sebagai profesi disamping berpolitik dengan menjadi pengajar di beberapa sekolah yang juga dikelolanya. Sejak di bangku kuliah aktif dalam berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Jiwa aktifisnya tak mampu dibendung saat menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Cianjur (HIMAT) dengan menjadi motor pergerakan mahasiswa di Cianjur menjatuhkan rezim Orde Baru pada masa Reformasi tahun 1998, sehingga sempat menjadi target pengawasan oleh intelejen pada waktu itu.
Bergabung untuk berjuang bersama Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai penerus perjuangan Masyumi, walaupun banyak orang yang meragukan, mencibir dan meremehkan pada awalnya. Namun tidak sedikit pula kalangan yang menilai positif akan kualitas, idealisme dan karakternya dengan tak segan-segan mengajak untuk pindah haluan kepada politisi termuda di DPRD Kabupaten Cianjur sampai saat ini. Menjadi salah satu perumus terbitnya Peraturan Daerah 'GERBANG MARHAMAH' yang berisi tentang penerapan nilai-nilai Syari'at Islam yang dicetuskan oleh Bupati Cianjur waktu itu Ir. Wasidi Swastomo, MSi. dan senantiasa mengawal aspirasi-aspirasi masyarakat Cianjur dari luar parlemen melaui Forum Perencanaan Pembangunan Cianjur, semua itu demi kemaslahatan Ummat.
Pendidikan Formal :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar